Rencana persalinan sebaiknya dibuat oleh setiap ibu hamil. Rencana persalinan dituliskan secara terperinci, dengan tujuan agar momen bersejarah ini bisa dihadapi dengan tenang, yakin, dan percaya diri, sehingga ibu bahagia.
Rencana persalinan bisa dibuat kapan saja sejak ibu hamil, dan bisa dikoreksi, ditambah, serta dikurangi. Rencana persalinan yang matang akan menuntun arah perjalanan ibu hamil lebih optimal.
1. Lokasi Persalinan
Ibu hamil bisa bersalin di fasilitas layanan kesehatan mulai dari Puskesmas, Klinik, hingga Rumah Sakit. Pastikan ibu menjalin hubungan yang baik dengan dokter, bidan, dan perawat yang bertugas.
Ibu juga bisa mulai melihat kamar bersalin, ruang rawat inap, dan sebagainya — termasuk biaya persalinan, syarat dokumen, dan hal lain yang perlu diketahui.
2. Metode Persalinan
Metode atau cara persalinan juga harus direncanakan, atau lebih tepatnya diantisipasi. Karena persalinan kadang tidak berjalan tepat seperti yang diharapkan. Kadang ada situasi darurat yang mengharuskan dilakukan operasi Caesar, padahal ibu sangat mengharapkan melahirkan spontan atau normal.
Hal ini memberikan konsekuensi bahwa sejak awal ibu hamil harus mempersiapkan berbagai hal untuk antisipasi. Misalnya biaya yang bisa membengkak, lokasi yang berpindah karena harus dirujuk — seperti dari puskesmas ke rumah sakit — termasuk berkas dokumen, memanjangnya waktu rawat inap, dan sebagainya.
3. Biaya Persalinan
Ibu hamil harus merencanakan biaya persalinan, apakah dengan biaya mandiri, asuransi, dan sebagainya. Bagaimana kondisi keuangan ibu sejak awal juga menjadi pertimbangan.
Hal keuangan atau biaya persalinan ini cukup menjadi pertimbangan bagi masyarakat kebanyakan. Bagaimana pun, persalinan membutuhkan anggaran lebih dibandingkan keseharian. Sehingga perlu persiapan yang cukup panjang dan matang, agar jika dibutuhkan untuk menabung, bisa dilakukan dalam waktu yang tidak mendadak.
4. Keluarga atau Pendamping saat Persalinan
Ibu bisa memilih siapa yang akan mendampingi saat persalinan. Pertimbangannya ialah kenyamanan ibu. Persiapkan juga pendamping cadangan, barangkali saat persalinan pendamping utama berhalangan — termasuk keluarga yang menggantikan tugas di rumah.
Cari informasi di fasilitas kesehatan tersebut mengenai kebijakan pendamping persalinan. Karena masih dimungkinkan ada fasilitas yang tidak mengizinkan pendamping menunggui pasien melahirkan.
5. Barang yang Harus Dibawa saat Persalinan
- Dokumen, misalnya akta nikah, kartu keluarga, KTP, kartu asuransi, dan sebagainya
- Baju ganti, pembalut, dan alat mandi
- Baju bayi, popok, selimut bayi, dan topi bayi
- Snack sehat
- Bantal menyusui
- Barang lain yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan
Demikian beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk menyambut buah hati. Semoga sehat selalu ibu dan buah hati.
Penulis: dr. Candra Damayanti, Sp.OG
Ingin menyusun rencana persalinan bersama tenaga profesional? Konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan kami di RSIA Cempaka Putih Permata.
Buat Janji Sekarang
