Anemia didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin (Hb) yang rendah dalam darah. Data dari WHO, secara global bahwa anemia dalam kehamilan mencapai hampir 50%. Separuh dari anemia disebabkan karena anemia defisiensi besi. Target pemberian zat besi pada ibu hamil tahun 2015 adalah 95%, sedangkan yang tercapai 85,1%.
Anemia merupakan masalah kesehatan di Indonesia, termasuk anemia pada ibu hamil. Tingginya AKI (Angka Kematian Ibu) juga masih tinggi di Indonesia. Dan salah satu penyebab terbanyak kematian ibu bersalin atau masa nifas adalah anemia.
Dampak Anemia dalam Kehamilan
Selain pada kesehatan ibu selama hamil, anemia dalam kehamilan dapat menimbulkan berbagai dampak berikut:
- Gangguan tumbuh kembang janin
- Kelahiran prematur
- Gangguan pertumbuhan janin dalam rahim
- Gangguan kontraksi dalam persalinan
- Gangguan kekuatan mengejan ibu
- Memanjangnya waktu pembukaan mulut rahim
- Perdarahan pasca persalinan
- Retensio plasenta (gangguan proses pelepasan plasenta)
- Risiko asfiksia pada bayi baru lahir
- Infeksi pasca persalinan
- Penurunan produksi ASI
Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil
- Meningkatkan konsumsi bahan makanan yang tinggi zat besi, seperti daging, ikan, hati, telur, sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan padi-padian.
- Menghindari konsumsi yang mengandung zat inhibitor bersamaan dengan makan, seperti teh dan kopi, karena mengandung tanin yang akan mengurangi penyerapan zat besi.
Manfaat Pemberian Zat Besi bagi Ibu Hamil
Pemberian zat besi sangat penting bagi ibu hamil karena memiliki beberapa manfaat, yaitu:
- Menambah asupan nutrisi pada janin
- Mencegah anemia defisiensi zat besi
- Mencegah perdarahan pada saat persalinan
Penulis: dr. Candra Damayanti, Sp.OG
Sedang hamil dan ingin memastikan kadar hemoglobin Anda cukup? Konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan kami di RSIA Cempaka Putih Permata.
Buat Janji Sekarang
