Wednesday, 13 December 2017 06:56

PERMASALAHAN DALAM MENYUSUI

Salah satu tugas seorang ibu setelah melahirkan adalah menyusui. Tidak bisa dipungkiri bahwa menyusui pun tidak semudah yang dibayangkan kebanyakan orang dan bahkan bisa timbul atau terdapat beberapa permasalahan yang dijumpai saat masa menyusui, apalagi jika hal ini merupakan pengalaman pertama kali ibu dalam menyusui. Namun, hal ini bukan berarti ibu harus patah semangat dan kehilangan motivasi dalam menyusui atau menyerah terhadap ASI eksklusif, karena selalu ada jalan keluar dalam setiap permaslahan, termasuk dalam hal menyusui.

Berikut ini merupakan beberapa permasalahan yang sering ditemui pada ibu menyusui beserta solusinya, antara lain:

1.    ASI Belum Keluar/ Produksi ASI Sedikit

Keluhan semacam ini pasti sering sekali kita dengar oleh ibu yang baru saja melahirkan lalu ibu akan merasa khawatir bahwa bayinya akan kehausan/kelaparan dan nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik, sehingga ibu akhirnya memberikan susu formula. Persepsi yang salah yang telah lama berkembang dan masih saja terjadi sampai sekarang ini, perlu diluruskan. Penting diketahui bahwa secara fisiologis (normal), kebutuhan makanan bayi baru lahir tidaklah banyak, dan ASI yang dihasilkan ibu sudah “tersetting” alami dari segi jumlahnya dan kandungan nutrisinya menyesuaikan kebutuhan dan keadaan bayi. Selain itu, bayi mampu bertahan 1-2 hari (bahkan ada yang menyebutkan 3 hari) pertama setelah dilahirkan tanpa makanan sedikitpun, sehingga ibu dan keluarga tidak perlu khawatir mengenai hal ini dan tetap belajar menyusui dengan motivasi kuat. Lalu mengapa masih sedikit produksi ASI padahal sudah belajar disusukan? Volume ASI memang dapat berkurang jika ibu kurang istirahat, kurang nutrisi, dan sedang stress/kekurangan tekad motivasi dalam menyusui. Maka dari itu, perihal permasalahan ini, permasalahan bergantung pada ibu.

2.    Puting Lecet/ Nyeri Puting

Masalah puting lecet/nyeri saat menyusui ini merupakan hal yang umum terjadi karena adanya kesalahan posisi saat menyusui sehingga perlekatan antar bayi dan puting Bunda kurang tepat. Ibu bisa mempelajari cara menyusui yang tepat yaitu bahwa mulut bayi harus masuk semua pada sampai areola (daerah berwarna gelap melingkar sekitar puting) dan bukan hanya membiarkan bayi mengisap puting saja. Jika puting sudah lecet, maka yang bisa ibu lakukan adalah mengoleskan ASI pada puting setelah menyusui untuk membantu menyembuhkan luka dan mengurangi rasa nyeri. Selain itu, jika lecet atau rasa sakit pada puting dirasa berlebihan, maka ada baiknya payudara yang putingnya lecet tersebut diistirahatkan sementara 1x24 jam sampai nyeri/lecet berkurang dan ibu menyusui dengan payudara yang satunya. Selama diistirahatkan sementara ini, sebaiknya Asi tetap dikeluarkan dengan bantuan pijatan tangan daripada dengan alat perah karena terasa lebih sakit.

3.    Payudara Bengkak/Bendungan ASI

Perlu diperhatikan antara payudara penuh dan payudara bengkak. Payudara penuh adalah kondisi dimana produksi ASI banyak sehingga payudara terasa berat, panas dan keras dan jika diperiksa, ASI akan keluar. Payudara penuh bisa diatasi dengan mengurangi volume payudara dengan cara disusukan atau diperah. Sedangkan payudara bengkak/bendungan Asi bisa terjadi karena adanya sumbatan pada aliran ASI sehingga menyebabkan payudara bengkak, tegang, sakit, puting kencang, kulit mengkilat walau tidak merah dan bila diperiksa, ASI tidak keluar. Badan ibu bisa demam setelah 24 jam. Hal ini selain karena adanya sumbatan tersebut, bisa terjadi karena posisi menyusui yang salah sehingga perlekatan kurang baik, terlamabat menyusui dini, dan kemungkinan, kurang seringnya ASI dikeluarkan/terbatasnya waktu menyusui dan bisa juga karena ibu kurang menjaga kebersihan setelah menyusui. Yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah lakukan pengompresan payudara menggunakan air hangat untuk memberi rasa nyaman dan mengurang rasa sakit akibat bengkak, bisa juga ditambahkan dengan pijatan secara melingkar dari pangkal payudara ke puting. Lalu hal lain yang harus ibu sering lakukan adalah memompa/mengeluarkan ASI nya. Selain itu, jangan lupa agar Bunda selalu membersihkan puting setelah menyusui agar tidak ada bekas/sisa ASI yang mungkin bisa mengering dan menghambat aliran ASI.

4.    Mastitis/Abses Payudara

Keadaan ini merupakan akibat dari infeksi akibat pembengkakan payudara/adanya sumbatan pada aliran ASI yang sudah parah. Gejalanya hampir sama dengan payudara bengkak namun disertai dengan payudara berwarna kemerahan, sangat sakit termasuk saat menyusui, di dalam payudara seperti terasa ada massa padat, dan seringkali disertai dengan demam serta rasa lelah. Bila hal ini terjadi lakukan pengompresan dan segera periksakan ke tenaga kesehatan apabila dengan kompres pun gejala tidak berkurang.

Demikian masalah dalam menyusui yang sering dikeluhkan/sering terjadi. Jika ibu,saudara,atau kerabat mengalami masalah tersebut, maka perhatikan dan nilai dengan benar serta atasi sesuai dengan anjuran yang diberikan. Jika keluhan tetap berlanjut, segeralah menemui tenaga medis.

dr. Candra Damayanti, SpOG
.ldr

Last modified on Wednesday, 13 December 2017 07:11

Informasi Kontak

Kategori : Hospital
Address : Jalan Jambangan Kebon Agung No. 8, Jambangan, Jawa Timur 60231, Indonesia.
Phone : +6231 8282350
Humas : Sri Mulyani (085330771600)