Tuesday, 29 November 2016 01:53

CAMPAK ??

 

CAMPAK
Oleh : dr.Sofia Wardhani SpA

Penyakit Campak disebabkan olehmeasles virus (MV), genus virus morbili, famili paramyxoviridae. Virus ini menjadi tidak aktif bila terkena panas, sinar, pH asam, ether,  dan hanya bertahan kurang dari 2 jam di udara terbuka. Virus campak ditularkan lewat droplet (udara),  menempel dan berbiak pada epitel nasofaring. Virus ini masuk melalui saluran pernafasan terutama bagian atas, juga kemungkinan melalui kelenjar air mata. Dua sampai tiga hari setelah invasi, replikasi dan kolonisasi berlanjut pada kelenjar limfe regional dan terjadi perkembangbiakan virus dalam darah (viremia) yang pertama. Kemudian virus menyebar pada semua sistem retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua setelah 5-7 hari dari infeksi awal. Campak merupakan penyakit akut yang sangat menular, dengan penularan sangat efektif. Dengan sedikit virus yanginfeksius sudah dapat menimbulkan infeksi pada seseorang.

GejalaKlinis

      1. Inkubasi

Biasanya tanpa gejala dan berlangsung5-7 hari.

      2. Stadium awal

Biasanya berlangsung 2-5 hari. Gejala yang utama muncul adalah demam, yang terus meningkat hingga mencapai puncaknya suhu 39,40– 40,60C pada hari ke- 4 atau 5, yaitu pada saat ruam muncul. Gejala lain yang juga bisa muncul batuk, pilek, farings merah, nyeri menelan, stomatitis, dan konjungtivitis.

Koplik spot (Bercak koplik) berwarna putih kelabu, sebesar ujung jarum dikelilingi kemerahan hampir selalu didapatkan pada akhir masa ini, dan menghilang setelah 1-2 hari setelah munculnya rash (bercak merah).

3. Stadium Erupsi (Rash)

Terjadinya ruam merah berbentuk pulau-pulau disertai menaiknya suhu badan. Ruam ini muncul pertama pada daerah batas rambut dan dahi, serta belakang telinga kemudian menyebar dengan cepat pada seluruh muka, leher, lengan atas dan bagian atas dada. Berikutnya ruam menyebar ke seluruh punggung, abdomen, seluruh lengan, dan paha. Ruam umumnya saling rengkuh sehingga pada muka dan dada bercak menyatu. Bertahan selama 5-6 hari. Suhu penderita saat ini , bertambah naik dan mungkin tampak sangat sakit, tetapi bila daya tahan tubuh baik, suhu akan turun. Selain itu, batuk dan diare menjadi bertambah parah sehingga anak bisa mengalami sesak nafas atau dehidrasi. Tidak jarang pula disertai muntah dan anoreksia (tidak mau makan). Otitis media (keluar cairan dari telinga), bronkopneumonia, dan gejala-gejala saluran cerna, seperti diare dan muntah, lebih sering pada bayi dan anak kecil. Kadang-kadang terdapat perdarahan ringan pada kulit. Terjadi pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher belakang.

Ketika ruam mencapai kaki pada hari ke 2-3, ruam ini mulai menghilang dari muka. Hilangnya ruam menuju ke bawah pada urutan yang sama dengan ketika ruam muncul. Ruam. kulit menjadi kehitaman dan mengelupas (hiperpigmentasi dan deskuamasi) yang akan menghilang setelah 1-2 minggu. Hiperpigmentasi merupakan gejala yang patognomonik untuk morbili.

KomplikasiCampak :

  • Ensefalitis / radang otak  ( gejala : kesadaran menurun dan kejang )
  • Pneumonia / radang otak ( gejala : sesak )
  • Diare dengan dehidrasi
  • Gizi buruk
  • Otitis Media Akut ( keluar cairan dari telinga )
  • Kekeruhan pada kornea
  • Luka pada mulut yang dalam atau luas

 

Tatalaksana Campak tanpa komplikasi

  • Pada umumnya tidak memerlukan rawat inap.
  • Terapi gejala yang ada (panas, batuk, pilek, mata merah, sariawan , dll)
  • Beri Vitamin A
  • Penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan

Tatalaksana Campak dengan komplikasi

Anak-anak dengan campak komplikasi memerlukan perawatan di rumah sakit.

Tindakan pencegahan

  • Penderita campak harus  di Isolasi untuk mencegah penularan
  • Imunisasi campak saat usia 9 bulan.

 

 

Last modified on Tuesday, 29 November 2016 02:02

Informasi Kontak

Kategori : Hospital
Address : Jalan Jambangan Kebon Agung No. 8, Jambangan, Jawa Timur 60231, Indonesia.
Phone : +6231 8282350
Humas : Sri Mulyani (085330771600)